Minggu, 07 November 2010

Wawancara Lee Minho Dengan Majalah Men’s Uno

Si Flower Boy (Anak Laki-Laki Tampan) Lee Minho sedang mengalami metamorfosis.

Ada banyak kesalapahaman tentang dia. Banyak orang yang salah paham tentang Lee Minho. Nama Lee Minho dalam huruf mandarin telah salah ditulis sebagai 李民浩, lalu di Boys Over Flower orang salah mengira dia sebagai orang yang suka menghambur-hamburkan uang tapi sebenarnya dia orang kaya yang penuh kasih sayang. Awal tahun ini di drama Personal Taste, dia menjadi seorang arsitek yang disalahpahami sebagai seorang gay oleh Son Yejin. Dengan tinggi lebih dari 6 kaki ditambah wajah yang tampan, dia dengan mudah disalahpahami sebagai tipe aktor yang hanya menarik karena penampilan luarnya. Setelah mewawancarai Lee Minho membuatku percaya bahwa “Flower Boy” itu hanya kesalapahaman, sekarang anak laki-laki yang jadi idola ini akhirnya berubah menjadi pria dewasa yang bertanggung jawab.

City Hunter

Siang itu adalah musim gugur di pertengahan bulan Oktober, di tempat pemotretan di daerah Kang Nam, Seoul. Ketika fotographer sedang mempersiapkan pencahayaan dan latar belakang pemotretan, aku minum kopi dan berbincang dengan Lee Minho. Aku belum menanyakan pertanyaan, tapi dia sudah bertanya padaku soal acara UNCEF di Hongkong dan mengatakan padaku tentang situasi di Korea. “Aku merasa terhormat terpilih sebagai duta/perwakilan UNICEF. Sebelumnya sebuah acara amal tentang pemulihan kembali setelah bencana gempa di Haiti dan Chile (Chili) telah diselenggarakan di Seoul dengan maksud membangkitkan kepedulian masyarakat atas permasalahan mata pencaharian dan pendidikan setelah kejadian bencana alam. Aku sangat suka dengan tema dari acaranya dan secara sederhana disebut “persahabatan”. Meski negara-negara seperti Haiti & Chile itu sangat jauh secara jarak geografis, tapi aku pikir cinta & perhatian antara seluruh umat manusia itu selalu tidak ada batasnya.”

Menjadi seorang duta UNICEF membuat Lee Minho belajar untuk memelihara dan memahami pentingnya bersyukur. Ketika dia berakting di Boys Over Flower dia masih aktor baru, dan beberapa tahun belakangan ini dia menjadi terkenal dan dihujani dengan ajakan bermain drama. Pada awalnya Lee Minho merasa sangat tersanjung dan akhirnya dia menjadi lebih percaya diri dan memiliki keberanian untuk menantang berbagai peran berbeda. “Awal tahun ini aku bekerja sama dengan Son Yejin di Personal Taste dan tahun depan aku akan bekerja di drama televisi SBS City Hunter. Sekarang aku sedang mempersiapkan diri untuk drama dan mendalami kepribadian dari karakter tersebut. Aku percaya semua orang sudah mengenal komik asli City Hunter. Meskipun ini adalah cerita detektif lucu yang sedikit bernafsu dan akan kehilangan akal sehatnya jika bertemu dengan gadis-gadis cantik, kepribadiannya sangat lucu dan blak-blakan. Dia juga lincah dan cekatan dan bisa menyelesaikan kasus apapun dengan efisien. Dulu aku juga membaca komiknya, aku selalu menemukan bahwa hati City Hunter (Sebutan untuk tokoh utama di komik tersebut) itu dipenuhi kepedihan dibalik wajah lucunya, yang membuatnya makin mempesona. “

Flower Boy adalah sebuah beban.

Definisi dari pria mempesona selalu membingungkan bagi Lee Minho. Aku mengatakan padanya bahwa media di China, Hong Kong & Taiwan selalu memposisikan dirinya sebagai “Flower Boy”. Dia tertawa kecil saat mendengar itu. Karena dalam pemikirannya, sebuah bunga pada akhirnya akan layu juga, kecantikan dari sebuah bunga hanyalah istilah yang singkat. “Mungkin karena Boys Over Flower aku telah dimahkotai dengan nama “Flower Boy”. Sebenarnya aku sedikit malu soal itu karena banyak orang di Korea yang lebih menarik dan tampan daripada aku. Media selalu menambahkan “Flower Boy” di depan namaku, terkadang hal ini menjadi tekanan bagiku. Aku pikir penampilan itu tidak menjelaskan jati diri seseorang secara keseluruhan. Aku berharap orang-orang akan mengingatku bukan karena wajahku saja tapi juga aktingku atau kepribadianku. Aku tahu aku belum banyak pengalaman di bidang akting. Tapi untungnya aku dapat kesempatan untuk bermain di drama idola dan komedi romantis, dan City Hunter membuat aku mencoba adegan aksi laga dan melatih akting komedi-ku. Jika ada kesempatan di masa yang akan datang, aku ingin mencoba film horor dan juga berakting dengan peran lebih kelam dengan kepribadian yang rumit.

Tidak membuang waktu semenit-pun.

Lee Minho memahami bahwa dunia akting itu lebih sederhana jika dibandingkan dengan apa yang terjadi di kehidupan nyata yang mungkin lebih dramatis dari drama apapun. Menggalang dana untuk korban gempa, dia seperti memulai sebuah perjalanan untuk menemukan arti sebuah kehidupan. “Dunia ini dipenuhi dengan segala jenis kebahagiaan & kesedihan yang mana diluar kuasa kita. Aku makin percaya bahwa hidup itu sangat singkat, tidak baik bagi kita untuk terlalu keras kepala (noB33′s note: kecelakaan yang di alami Minho tahun 2006 yang membuatnya sampai harus terbaring ditempat tidur selama hampir 1 tahun sepertinya menyadarkan dia untuk lebih menghargai hidup). Segala sesuatu terjadi karena takdir, aku selalu mengingatkan diriku bahwa aku harus memegang teguh segala yang aku punya saat ini. Bagiku, hidup yang ideal adalah menjalani setiap menit dalam kehidupan dengan penuh arti (berarti).”

Melihat wajah Lee Minho yang sungguh-sungguh dan tegas, aku teringat saat dia membicarakan tentang orang yang dia jadikan contoh kesempurnaan selama persiapan. “Ketika aku masih muda, aku selalu menonton film Hong Kong. Sampai sekarang aku masih ingat Chow Yun Fat & Ti Lung di “A Better Tomorrow”, mereka adalah contoh terbaik dari kesetiaan seseorang. Aku sangat tersentuh dengan persahabatan sejati mereka. Karena itu dia juga berharap kalau dia dapat menjadi aktor yang dihormati seperti Chow Yun Fat di masa yang akan datang. ” Aku bekerja keras untuk belajar berakting dan mencari peningkatan. Aku berdoa bahwa setelah beberapa tahun aku dapat menjadi senior yang dapat dihormati oleh orang lain. Tapi menjadi orang yang dihormati bukan berarti aku ingin lebih unggul dari lainnya. Maksudnya adalah aku ingin berteman dengan para junior dan bisa berkomunikasi satu sama lain tanpa peduli umur dan derajat. Aku percaya hal seperti itu akan sangat berarti.”

Sumber: Majalah Men’s Uno Hong Kong

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar